“Kutipan”

“Kutipan ini kuambil dan kusalin disaat kuberjalan dalam permainanku dan kuingin kutipan berharga ini terus ada.”

Tuhan, Engkau menyelidiki dan mengenal aku,

Engkau mengetahui, kalau aku duduk atau berdiri, Engkau mengerti pikiranku dari jauh.

Engkau memeriksa aku kalau aku berjalan dan berbaring,

segala jalanku Kau maklumi.

Sebab sebelum lidahku mengeluarkan perkataan, sesungguhnya, semuanya telah Kau ketahui, ya Tuhan.

Dari belakang dan dari depan Engkau mengurung aku, dan Engkau menaruh tangan-Mu ke atasku.

Terlalu ajaib bagiku mengetahui itu, terlalu tinggi, tidak sanggup aku mencapainya.

Kemana aku dapat pergi menjauh roh-Mu, kemana aku dapat lari dari hadapan-Mu?

Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana, jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, disitu pun Engaku berada.

Jika aku terbang dengan sayap fajar, dan membuat kedamaian di ujung laut, juga disana tangan-Mu akan menuntun aku, dan tangan kanan-Mu memegang aku.

Jika aku berkata: “Biarlah kegelapan saja melingkupi aku, dan terang sekelilingku menjadi malam”, dan malam menjadi terang seperti siang, kegelapan sama seperti siang.

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenum aku dalam kandungan ibuku.

Aku bersyukur kepada-Mu oleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib, ajaib apa yang Kau buat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya.

Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan di tempat tersembunyi dan aku direkam di bagian-bagian bumi yang paling bawah, mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis hari-hari yang dibentuk, sebelum ada satu pun daripadanya.

Dan bagiku betapa sulitnya pikiran-Mu,Ya Tuhan!

Betapa besar jumlahnya!

Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pasir.

Apalagi berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau.

Sekiranya Engkau mematikan orang fasik, sehingga menjauh dari padaku penumpah-penumpah darah, yang berkata dusta terhadao Engkau, dan melawan Engkau dengan sia-sia.

Masakan aku tidak membenci orang-orang yang membenci Engkau, Ya Tuhan, dan tidak merasa jemu kepada orang-orang yang bangkit melawan Engkau.

Aku sama sekali membenci mereka, mereka menjadi musuhku.

Selidikilah aku, ya Tuhan, dan kenalilah hatiku, ujilah aku dan kenalilah pikiran-pikiranku, lihatlah, apakah jalanku serong dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!

Pos ini dipublikasikan di Iseng, Umum dan tag , , , , . Tandai permalink.

4 Balasan ke “Kutipan”

  1. Ega berkata:

    Amin..

  2. Cocoa berkata:

    Gak salah nih l?
    Beda banget sama yang asli
    Wkwkwkwkwkwkwkwkwkw

  3. hanjaya839 berkata:

    ah elu aja yang blm kenal gwa

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s