Peraturan I

Kepada pembaca yang budiman sekalian, saya awali dengan ucapan terima kasih atas kunjungannya ke blog saya. Langsung saja saya berkomentar ria …

Menurut saya, salah satu jalan menuju kehidupan Tuhan yang benar dapat dengan berbuat kebaikan, tidak hanya sekadar baik, dalam pengetahuan umum, baik itu berarti secara mental dan fisik sudah memenuhi batas standar. Baik yang dibahas kali ini adalah baik secara sikap/perbuatan dan sifat seseorang tersebut. Sifat atau watak memang lebih tertuju pada gen dan itu adalah hal yang berbeda dimiliki setiap manusia dan rupanya sangat sulit diubah. Terkadang seseorang atau beberapa orang berfikir jika baik padanya maka orang itu baik, entah sikapnya diluaran dan isi hatinya atau apalah. Dulu sekitar 2 tahun lalu, saya belajar dari guru yang menjelaskan jika, “Tuhan menciptakan matahari tidak hanya untuk satu orang dan tidak hanya orang baik yang mendapat terangnya, tapi semua orang, dari yang jahat, yang baik, yang tua dan muda atau bagaimana wujudnya, Tuhan tidak membedakan”.

Agama tentunya selalu mengajarkan hal yang benar, tetapi jelas saja segala kesalahan terdapat pada si penganutnya sendiri. Tetap sama! Solusinya adalah diri sendiri, ada banyak yang mengatakan, “musuh seorang manusia adalah dirinya sendiri”, jika kepribadiannya sudah dewasa dan bijaksana, maka seminimal mungkin sudah dapat mengendalikan dirinya sendiri, orang pintar belum tentu bijak tapi orang bijak sudah pasti pintar, benar? Mulai mencoba berpikir yang positif itu terkadang perlu, tapi bukan berarti tanpa kecurigaan, mengapa? Menurut saya pribadi, apalagi di zaman seperti ini sudah banyak sekali kasus-kasus tidak terduga, dan semua itu karena memanfaatkan kepercayaan dari orang lain.

Terkadang kecurigaan itu berarti peduli dan memperhatikan. Tetapi jika curiga secara berlebihan tentu saja membuat orang lain terusik jelasnya. Upaya-upaya lainnya untuk kembali ke jalan benar (menurut saya) juga bisa dilakukan dengan berdoa, beramal, menjalankan perintah-Nya dan yang penting adalah menyadarkan diri kita sendiri untuk menajamkan hati nurani akan perbuatan tersebut baik atau buruk.

Pembahasan untuk rajin berdoa, orang yang rajin berdoa, ilmu pengetahuan agamanya sempurna walau hanya tertera dalam tulisan memang baik, “tetapi” jika orang tersebut hanya berdoa untuk memohon dan dengan alasan sekadar untuk dilihat orang agar harga dirinya tidak jatuh akan perbandingan ilmunya, dan juga tidak pernah tulus dalam berdoa, sama saja tidak berguna. Dalam berdoa yang diperlukan adalah kematangan hati dan pikiran, ketulusan jiwa dan perasaan, dan cobalah ingat, apakah selama ini kita berdoa hanya meminta, meminta dan meminta? Hanya untuk kepuasan pribadi, itu bukan inti dari yang namanya berdoa, bersyukur adalah yang utama, karena kita masih diberikan kehidupan untuk bertobat.

Pembahasan terakhir adalah sirik. Sirik itu adalah sikap atau sifat asli seorang manusia disamping daripada egois. Mungikn ini adalah salah satu pengaruh setan dan sangat sulit dihindari, terutama jika hatinya sudah tumpul. Yang perlu diimbangi adalah perbuatan benar dan kesadaran akan kesalahan yang selama ini kita perbuat, Ingat! Tidak sekadar baik dimata.

Sekian dulu pembahasan dari saya, maaf jika ada salah kata dan menyinggung atau apapun itu, saya mohon maaf, dan terima kasih karena sudah ingin mampir ke blog saya dan membaca.

Pos ini dipublikasikan di Artikel, Kerakyatan, Umum dan tag , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Peraturan I

  1. yoga berkata:

    Bagus sekali Indri.. saya suka banget artikelnya..🙂

  2. hanjaya839 berkata:

    WoW.. !
    Thx kk yoga..😀

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s