Bermula dari kesadaran pribadi

HUH!! terkadang aku malas tapi harus dilakukan karena itu adalah suatu kewajiban… entah berguna atau tidak?? biarkanlah berjalan dan lewat begitu saja… oke! kita langsung mulai saja ceramah membosankan dan tidak berguna ini… seperti judul yang ditulis, bermula dari kesadaran pribadi, segala sesuatu hal yang menjadi kebiasaan adalah yang membentuk kita, betul gak? tentu salah!! yang terbaik itu kitalah yang membentuk suatu kebiasaan, tapi nyatanya hal-hal yang sering kita perbuat, yang baik maupun jahat, semua hanya dengan alasan “kebiasaan”… saat presentasi kemarin, aku sedikit berdebat dengan kelompok yang maju, jawaban mereka menjadi inspirasi artikel ku hari ini… katanya, kesadaran dari diri sendiri, lalu bagaimana caranya … kita lihat dulu!! di zaman sekarang ini, antar suku, ras, golongan, agama, semua saling membedakan dan beberapa ada yang saling membenci karena latar belakang yang berbeda, lalu dimana LETAK kesadaran itu? apakah harus ada akibat, harus ada dampak, harus mengalami suatu penderitaan dulu baru kita menyadari hal yang salah… tentu tidak!! itu bukan kesadaran!! melainkan ketakutan untuk terjadi hal yang sama kedua kalinya. Kalau begitu, bagaimana solusinya? menurut aku pribadi, sulit untuk penyelesaian, apalagi dunia tepatnya Indonesia seperti ini sekarang, sudah tidak mungkin lagi terjadi suatu kerjasama, persatuan kesatuan, segalanya hanya berhubungan pada keegoisan diri sendiri, hanya sekadar mencari kepuasan dan kesenangan pribadi!!

Untuk mendapatkan sesuatu hal yang membahagiakan diri sendiri terkadang tidak sulit, walaupun aku sangat sulit setengah mati untuk merasakan suatu kebahagiaan, tapi apa kalian tau!? hal yang lebih sulit adalah bersyukur, untuk melakukan syukur kepada Yang Kuasa itu tidak semudah mengucapkan, “Tuhan aku bersyukur pada-Mu”, Tidak semudah itu!! Bahkan mungkin Tuhan tidak akan mendengar dan menatap rasa syukurmu yang tidak ikhlas dari hati…

Sekarang aku telah banyak sekali mempelajari tentang kehidupan ini. Aku yang sekarang lebih sering mengucap syukur dan menjalani apa adanya sesuai kehendak-Nya dan hati yang berbisik halus. Seorang guru bijak kali ini berkata pada kami, “orang yang paling enak hidupnya itu adalah orang yang selalu bersyukur, kita mendapat masalah, dapat kebahagiaan, dan seituasi lainnya jika dihadapi dengan syukur pasti hidup ini terasa sangat nikmat.” Setelah aku lakukan dan sekarang aku sedikit punya bukti kalau hidup ini memang terasa ringan jika selalu bersyukur dengan menggunakan OTAK .

hwhwhwhhwhwhwhwhhwhwhwhhww… yaasudahlahh,, jika itu yang terbaik dari Nya, aku senang dan bahagia karena Tuhanku memperhatikan aku. Kepada para pembaca yang budiman, terima kasih atas kunjungan ke blog ini….. Semoga apa yang terbaik untuk kalian adalah yang terbaik untuk kita semua.

Pos ini dipublikasikan di Artikel, curhad, Umum dan tag , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s