Pengamatan Hidup Mendalam IV

Hari ini adalah hari ke-25 dalam bulan ke-2 menurut pertanggalan Internasional. Tepatnya hari jumat, sekitar pukul 08.00 hingga selesai. Mungkin ini bukanlah hari yang baik bagi saya. Tapi biarlah, itu akan menjadi pelajaran bagi saya dan mungkin adalah hukuman untuk saya jika di zaman dahulu saya mempunyai dosa yang sama seperti apa yang saya terima dalam kehidupan saat ini…

K*parat!! aku murka sekali hari ini. Tapi ada teman-teman yang baik. Tuhan, setiap manusia pasti ada halnya dimana letak mereka di atas atau di bawah, maka dari itu harus dimaklumi dan dijalani sebaik mungkin. Pada dasarnya seorang manusia memang tidak bisa terlepas dari keegoisan dalam diri masing-masing, hal ini sepertinya sudah pernah saya bahas. Tapi ya kenapa model-model tersebut juga tidak pernah hilang, ada seorang teman yang berkata kepada saya, “Kenapa selalu ada orang munafik?”. Saya cuma bisa menjawab, “orang munafik itu apa sih? Manusia pembohong, segala sesuatu yang dibicarakan tidak benar adanya. Jika kamu pedulikan dia, jika kamu percaya apa yang dia katakan, sampai matipun tidak akan ada perubahan pada si munafik itu. Tapi hentak dia! Tak usahlah kau mempedulikan orang lain, lihat dan koreksilah dirimu sendiri apakah sudah terbebas dari kemunafikan ?”.

Hmmm…. Sedangkan yang menjadi pertanyaan saya adalah, “mengapa terlalu banyak orang yang tidak tau diri?”. Sampai sekarang tidak ada jawaban apapun, tetapi saya mencoba mencarinya seorang diri. Menurut hasil penelitianku sendiri, untuk apa kita mempedulikan orang-orang yang tidak tau diri?  Bagaimana bisa, jelas-jelas mereka adalah orang yang telah kita bantu dan pada akhirnya hanya bisa menjebloskan kita ke jurang yang tajam. Tetapi, bukankah kita dulu seirng mendengar bahwa, “jikalau orang berbuat baik, harus kita ingat budinya, tapi jikalau kita yang berbuat baik, jangan ingat kalau kita pernah berbuat baik”. Itulah yang menjadi salah satu pertimbanganku, jika saya terus mengingat bahwa jasa saya begitu besar kepada si A dan saya berharap mendapat imbalan atau balas jasa dari si A, saya rasa itu tidaklah mungkin, karena apa yang kita lakukan tidaklah ikhlas melainkan meminta dan berharap si A memberikan sesuatu yang sama kepada kita. Tapi biarlah semua berjalan dengan sendirinya. Suatu saat nanti mereka yang tidak tau diri itu akan mendapatkan balasan dari Yang Kuasa dan seseorang yang di khianati akan dapat sesuatu yang dibutuhkan nantinya. Semua itu seimbang jalannya. Itulah karma. Karma berjalan dengan baik dan itu selalu terjadi. Jangan main-main dengan permainan ini.

Karena hal-hal yang bersangkut paut sudah lewat 2 hari, jadi semua yang akan saya bahas juga jadi lupa pada akhirnya. Hmm… ya intinya hidup saja di jalan yang benar.

Terima kasih para pembaca yang budiman telah mampir ke ruang ini.

Pos ini dipublikasikan di Iseng dan tag , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s