Karyaku

Halaman ini terserah Kamu mau baca apa tidak, yang penting Aku sudah tulis ini.

Cerita 1 :

Suasana kamar mayat yang terlihat dingin, sunyi, sepi, dan beku terlihat seperti sebuah ruangan besar bersih indah yang adem. Orang terus berkata itu adalah suatu ruangan yang menyeramkan, tapi coba kita lihat baik-baik hanya ada sebuah manusia yang terkapar dan sudah tidak bernafas layaknya makhluk hidup, apakah itu melihat manusia yang telah pergi itu adalah pengalaman menyedihkan atau menakutkan? Pastinya saat Ku mengetik ini pikiranku kosong hampa dan hening, Aku tak peduli apa yang Kutulis saat ini.

Semua jenis mayat pasti akan dipindahkan dari kamarnya dan ditaruh di kuburan serta dikubur sampai busuk, dasar manusia! Ada pemakaman yang dibuat sebagus mungkin untuk menghargai apa yang dilakukan orang tersebut semasa hidupnya, tapi buat apa coba? Dia manusia, ada dosa, perlu makan minum, sama busuknya seperti manusia lain, jika dipikirkan apa bedanya manusia dengan hewan, sama-sama bisa mati, perlu makan minum, adaptasi lingkungan, banyak berbuat hal buruk, mati sama-sama busuk dan kembali ke Tuhan. Kita semua makhluk hidup yang sama dan sederajat, mengapa masih membedakan kelas tinggi berkualitas dan murahan. Dasar manusia!

Kuburan membentang luas yang berisi tulang-tulang berdosa, tanah, rumput, pohon, semen, keramik, air, dan segala yang ada di alamnya apakah itu perbuatan manusia? Silahkan menjawab dalam hati. Pembunuhan, Perampokan,  tubuh yang terpisah dengan rohnya, itu semua perbuatan siapa? Untuk menambah dosa dan perbuatan tidak tau diri seorang manusia yang selalu mengabaikan perintah Tuhan, Yang Maha Kuasa, Yang Menciptakan Segalanya! Pantaskah manusia berdoa kepada-Nya? Dengan sombong berdoa pada Tuhan tanpa menyadari dosa apa yang dilakukan, entah dari yang terkecil, berbohong, janji-janji aneh, lalu mengapa Tuhan menciptakan kita semua makhluk hidup dan Tuhan tetap mengabulkan doa kita, karena Tuhan menyayangi ciptaan-Nya tidak seperti kita yang seenaknya berlaku sombong di hadapan semua orang! Betapa Baiknya Tuhan, masih mau menolong kita yang berlumur dosa, Ku tak tau apa yang Kamu (pembaca yang budiman) rasakan dengan tulisan ini. Rasa takut selalu ada pada diri setiap manusia, itulah kehidupan yang diberikan Tuhan kepada kita, menikmati kesenangan, kedamaian, ketakutan, tapi selama kita menjalani hidup berdua bersama Tuhan, semua akan terasa indah. Percaya deh, ingat selalu kalau Tuhan ada di hati kita, tidak hanya di hati, disini, disampingmu sekarang Tuhan selalu tau, menemani kita semua tanpa terkecuali. Semoga Tuhan selalu melindungi kita dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun, Amin. Pesanku yang terakhir di tulisan ini, selalu ingatlah pada Tuhan.

Puisi :  Tangisan Tak Mati

Tak sadarkan mereka hina
Tak taukah mereka perbuat
Sang anak didik dosa
Sang penjual dosa dimakam

Dimakan para makam bertuah
Tak inginkah mereka harap
Bisakah dia dapatkan
Hawa suci bertiup kembali

Seperti halnya hai malaikat suci
Tak sadarkah mereka tau
Tau, tau akan suatu kehadiran
Dari atap mereka pantau

Dari tanah kami memuja
Memohon, meminta dan merengek
Tak tau yang mereka lakukan
Tak harap disudikan perilakunya

Lag-lagi tertawa lebar
Dosa lagi tersenyum pahit
Terjadi seperti Tuhan hendaki
Seperti roda sang iblis busuk

Ingatkah padaku akan budi
Tentu tidak, hanya salah hadapnya
Apa yang tersentuh akan berdosa
Apa yang terlihat akan berbuat

Cih! Noda busuk tertusuk
Anak setan mewabah jiwa
Senyuman topengmu menyentuh
Sayangku ini tertawa

Kurasa apa yang terjadi
Tak rasa dan mati kebal dikau
Engkau tak peduli kasihkku
Engkau pergi tinggal nama

Putaran bola tak tentu
Hiasan tulang menyelimuti daging
Darah lagi, darah lagi!
Tangisan darah bersemi lagi!

Mengapa! Apa! Dimana!
Tentu Engkau tau
Tak sadar halnya mereka
Terulang, terulang lagi

Cahaya-Mu menolong api
Gelap-Mu menusuk air
Angin-Mu mengecewakan diriku
Sekali lagi aku haus darah

Darah akan kebangkitan mawar-Mu
Kapan tiba kembali disini?
Kapan setia padaku disana?
Takkan ada kesetiaan, pasti

Puisi : Ku tau Kau tau

Hari yang kelam membanjiri dataran
Para predator di dunia,
Mulai mengadakan pesta
Pesta memangsa setan-setan
Apakah Aku bisa menghindar?

Hari yang kelabu tiba disini
Mereka bertepuk tangan
Perasaan sedih membalutimu
Janganlah engkau bersedih
Kita bersama-sama

Aku tau isi hatimu
Aku tau apa yang kau alami
Aku selalu merasakan sakitmu
Selalu, setiap saat
Ini adalah rasanya

Kubuat ini semua
Untuk orang di sampingku
Apakah dia menyadarinya?
Kita tetap bersama
Apakah aku tau?

Aku ingin memberikan apa yang kupunya
Apa engkau menerimanya?
Ku sudah bosan hidup seperti ini
Kau tau? Akupun tau
Langit yang mendung saat itu

Lagu rakyat yang bersiul
Kita dengarkan bersama
Kau sakit, aku pun juga merasakannya
Aku tau itu? Kau tau itu juga
Kuharap kita tetap bersama

Puisi: Hidupku Di Dunia

Betapa dinginnya salju es yang melebur di pipi
Seakan mengingat masa lalu yang kelam
Apa! Apa! semua ini
Kualami ini sendirian
Kemanakah engkau semua

Indahnya musim gugur yang berkilauan
Tuhan di sini, disampingku
Langit mendung yang menangis
Hanya Tuhan di sisiku
Menemaniku di dunia sendirian

Mengapa! Mengapa!
Aku selalu sendiri tanpa yang lain
Menjalani kisahku, permainanku
Seorang diri, kutanya lagi
Lenyapkah kalian?

Inikah cobaan dari-Mu?
Tuk apa ku jadi manusia
Jika ditakdir-Mu aku kesepian
Biarkan aku bersama-Mu saja
Aku akan memahami semua kata-kata-Mu

Bagaimana mungkin!
Tak seorangpun menoleh kearahku
Mentari cemerlang yang bersinar
Kata Bapak, tidak hanya dia
Tetapi semuanya kena

Itulah Tuhan,
Contoh kita semua, harapan
Diri kita semua
Kutanya lagi,
Pantaskah kita bersuka ria disini?

Itulah Tuhanku, Tuhan kita semua
Biarkan semua berjalan apa adanya
Ku telah berkembang sekarang
Pikiran dari seorang yang menyegarkanku
Baik

Karya : Aku

Cerita 2 :

Aku Tulis Ini terserah Kamu mau Baca Apa Tidak

Aku menuliskan cerita ini sebenarnya dengan rasa sakit dan menderita karena aku tau apa yang benar-benar dialami dia dalam tokoh ini, kuharap kamu mau membaca cerita ini dan mau memberikan komentar untuk cerita ini. Terima kasih, selamat membaca.

Ini adalah sebuah kisah terjadi dimana seorang manusia dan teman-temannya sedang berbincang-bincang dari mulut ke mulut. Pada awalnya dia hanya seorang manusia yang memiliki masa lalu kelam, pahit dan buruk sejak dirinya dilahirkan, segala sesuatu yang menyangkut harga dirinya selalu dihina semua orang. Sekarang dia memiliki teman, awalnya dia selalu merasa jika pasti ada seseorang yang menjadi teman baikknya, tetapi ketika di bertemu dengan seseorang yang dianggapnya satu-satunya guru terbaik di dunia dan juga menjadi seorang yang berhati mulia dihadapnya, semua pemikiran dia berubah. Dia menganggap tak ada seorang pun yang bisa dibilang baik ataupun dapat dijadikan sebuah sandaran dalam kehidupannya.

Sakit hatinya pada temannya yang baru ia temui itu semakin menjadi-jadi karena sudah banyak contoh yang dapat diamblil kesimpulan bahwa semua yang dimiliki dia telah direbut teman yang baru dikenalnya itu. Pertama kali dia mengenal temannya, ia baik dengan sabar dan tulus mengajarkan apa yang telah dia pelajari tetapi saat lama-kelamaan temannya itu semakin kurang ajar dan tidak tau diri serta tidak tau terima kasih. Sekarang, jika dia meminta bantuan kepada temannya itu, temannya malah memarahi dan menghinanya habis-habisan serta memukulnya dengan kasar. Apakah itu yang disebut tanda terima kasih dan bukti dari apa yang dia lakukan selama 2 tahun bersama temannya itu?!

Beberapa hari belakangan ini, dia sering merasa dirinya dijauhi semua orang karena suatu takdir yang menimpa dirinya entah apa kehendak Tuhan lagi kepadanya? Semua orang berusaha membantunya dengan apa yang mereka bisa, walaupun dia selalu ingin dibantu oleh gurunya itu dan tidak suka jika ada orang yang ikut campur pada masalahnya itu. Baginya, gurunya itu adalah sesuatu yang sangat baik melebihi apapun di dunia kehidupan maupun dunia akhirat. Hanya gurunya itu yang bisa mengerti dirinya, dia sekarang sudah menanamkan sifat tega pada orang serta kejam pada semua orang yang mengganggu jalan permainannya. Semua pemikiran itu timbul dan diajarkan oleh gurunya yang sangat baik bagi dirinya.

Dia tidak pernah menyalahkan orang lain dalam kehidupannya, jadi tenanglah bagi manusia lain, dan juga dia tidak akan pernah menyalahkan Tuhan dalam segala penderitaan yagn dialaminya sejak lahir, tetapi apa yang dia salahkan dan dia sesalkan, adalah takdir mengapa dia ada di dunia ini hidup sebagai makhluk hidup. Tetapi dia bertemu dengan gurunya itu lagi, dan diberikanlah nasihat, yang harus disalahkan itu bukanlah dirimu yang ada, tetapi manusia lain yang mengakibatkan engkau ada disini, jadi yang harus kau benci hanya manusia lain tak terkecuali, tetapi suatu hal menimpa dirinya sehingga dia tidak menurut pada kata gurunya, dia tetap menyalahkan dirinya. Sekarang dia rela mati, dia tidak peduli dengan semua orang yang ada di dunia termasuk keluarganya, dia berkata seseorang yang pertama kali menjadi dendamnya adalah keluarganya, kebenciannya terhadap manusia lain semakin menjadi-jadi ketika dia berkenalan dengan manusia lain di umum.

Sering kali dia bertanya kepada gurunya, mengapa dia ada di dunia ini sebagai manusia? Jika sudah ditakdirkan untuk hidup sendiri kesepian buat apa lagi diciptakan Tuhan sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial yang selalu membutuhkan orang lain? Engkau mau menjawab pertanyaanku guru? Dipanggilnya berkali-kali, sang guru hanya menjawab, yang harus kau benci hanyalah manusia lain, dendammu itu sangat berlimpah luah terhadap orang lain, aku sebagai seseorang yang selalu menasihatimu dan mengajarkanmmu seharusnya kau berterima kasih. Sekarang Kau sepertinya membutuhkan seorang lagi yang akan dapat membantuku mewujudkan impianmu itu. Dia hanya ingin berdua saja bersama Tuhan di surga, itulah satu-satunya impiannya. Tapi sang guru berkata lagi kepada dia, apakah engkau merasa akan dapat naik ke pangkuan Tuhan di rumah buatannya itu dengan penuh percaya diri? Sekarang saja engkau menjalankan salah satu larangannya yaitu mendendam bagaimana kau bisa penuh percaya diri mau berada di pangkuan Tuhan!?

Dulu engkau senang membantu orang lain dengan tulus, tetapi sekarang engkau hanya ingin membalas dan menyesali segala perbuatan baikmu kepada semua orang yang kau bantu. Sebuah permainan pasti ada awal dan akhir, dimana kelahiran dan kematian adalah awal dan tidak ada kata akhir bagi makhluk hidup untuk selamanya. Selama kita hidup selalu ada yang berkata hidup hanya sekali, jadi manfaatkan sebaiknya. Tapi coba kita lihat dengan seksama dan penuh imajinasi, kita sehabis mati reinkarnasi kembali menjadi makhluk hidup, apakah itu yang disebut hidup hanya sekali dan manfaatkan sebaiknya?!

Mungkin hanya segini dulu, Aku tak tau apa yang harus ditulis untuk kelanjutan cerita ini, Aku tau pasti kamu bosan membaca cerita seperti ini, tapi ini kisah nyata, yang menjadi pendapatku saat menuliskan ini semua adalah, pasti orang bosan atau sudah malas jika baru melihat tulisan sebanyak dan sepanjang ini. Yah, tapi mau bagaimana lagi, aku senang menulis cerita. Kuharap kamu mau memberikankomentar tentang kisah diatas, terima kasih.

Puisi :  Kenangan yang Dingin

Salju turun terbentur di tanah
Ditimpa jejak mengalir deras
Engkau sudah pergi menjauh
Ditengah kedinginan hawa menusuk

Akankah Engkau ada hari itu
Ku disini sendirian
Ditemani lebatnya salju
Ayam dan domba yang berselimut

Kuasa Tuhan yang mulia
Andai Ku bisa menyentuh-Mu
Menggapai semua impianku
Bersamanya disini

Orang yang berharga bagiku
Dia, dia satu-satunya
Andai Ku bisa menggenggam tangannya
Bersama dia, ku s’lalu menunggu

Kapanpun, Dimanapun
Kurela menunggu demi Engkau
Kuharap dia tau isi hatiku
Di dalam pelukan dinginnya angin

Puisi : Sepi

Selai-selai dingin kaku
Berdiri dihadapanku kemarin
Masalah kehidupan berlalu
Pasti kembali, yakin

Paksaan demi paksaan tiba
Berlarut gula-gula asam
Kekuatan dari dalam muncul
Akan menemani jiwaku

Kepergian semua makhluk
Melukai pikiranku, pikiranku sekarang
Sekarang mereka benci
Selamanya mereka percaya kebohongan

Akankah seperti ini?
Apa terus berlangsung?
Kapankah mereka sadar!
Dari kepalsuan surga!

Kaca-kaca surga berkedip
Mereka tak rasa hati lagi
Kuhidup dalam tinggal mimpi
Tak ada guna lagi ada

Hanya Tuhan peduli padaku
Manusia menjerit kerjanya
Peduli apa mereka padaku!
Sekarang, aku benar-benar sendiri

Karya : Aku

Cerita 3 :

Hari ini orang yang aku dambakan merayakan hari khusus dirinya, bangga akan hari itu, hanya merasa sendiri, aku merasakan bagaimana sendiri. Dia bahagia walau sendirian di rumah. Hanya beberapa orang yang tau dan ingat kejadiannya sebagai manusia. Aku, sebagai orang yang lain yang baik padanya, akan tetap berteman dan menemaninya di manapun, walau nanti akan berpisah. Hidupnya jauh dari orangtua, di rumah kecil tapi bermutu, seorang yang terpuji, baik dan pandai menyusun rumus. Tapi sayang, banyak yang menghina dibelakang dia. Aku, sebagai orang yang baik padanya akan terus membela dan membuatnya senang sambil berbahagia di manapun pada hari itu yang ia rayakan sendirian. Kurasakan berbagai hal depresi, tapi untuk membahagiakan orang yang aku dambakan apapun akan kulakukan. Jika engkau sang pembaca budiman sedang membaca ini, senanglah kalian. Hanya seperti batang pohon berkilauan bunga layu yang ada pada diri setiap manusia, tidak sadar apapun.

Puisi : Tak Hadir

Engkau, sang sosok terpuji
Wajahmu, kata-katamu singgah
Singgah selalu pada hidupku
Takkan pernah terhapus memoriku

Engkau, sang sosok indah
Indah bagiku selamanya tak terlupa
Ditemukan karena memang itu
Jangan pergi dari hadapku

Walau takdir datang,
Jangan pernah bayangmu lenyap
Tetap bersama apapun itu
Semua menanti takdirmu

Aku yang ditinggal mereka sendiri
Aku yang bertumpah darah hitam hadapnya
Tetap mereka menusukku didepanmu
Tatapan sadis lensaku

Tapi engkau tidak diam,
Engkau datang berdiri di atas
Engkau tetap berusaha membela
Membela manusia tak berguna ini

Kasihmu sangat dalam
Tapi mereka tetap menusukku
Tapi mereka tetap membunuhku
Membunuhku dari ujung kaki

Apa itu hidup? Apa itu nyawa?
Tak ada harga baginya
Tapi, engkau tetap berharga apapun itu
Bagaimanapun wujud itu

Di hati, di tangan sang raja
Aku si pelayan setia
Engaku tetap bersinar bagiku
Aku tetap tunduk dibawah siksaan

Engkau berbeda, engkau setia
Segala masalah kita jalani
Tak ada yang memisahkan
Engkau yang peduli

Mereka yang terkapar tombak air
Sedang aku terkapar tombak angin
Dia sang setia menanti selalu
Akupun setia berada disini

Akankah diizinkan?
Haruskah itu terjadi
Terjadi disini?
Nyanyian kasar pun berdering

Itu semua hanya mimpi
Mimpi seorang yang tak berguna
Sia-sia dipikirkan
Perbedaan yang tak sanggup

Hilang dan lenyap segala ada
Tak ada lagi yang peduli
Peduli makhluk tak berguna ini
Seperti itu lagi

Puisi : Ku sadarkan

Hari itu, saat itu
Kutau yang dimaksudkan
Pintu-pintu abadi terbuka
Kurasakan hangatnya lagi

Berwindu-windu ku nantikan
Saat itulah belaiannya kembali
Kusadar apa selama ini
Tuk berusaha sebaiknya

Tak kuyakin dimaafkan
Tak kuyakin diampuni
Tak kuyakin diterima
Tak kuyakinn dihapuskan

Tapi hangat dari kasih-Nya
Tapi jiwa dari kasih-Nya
Segalanya aku inginkan
Tak berasa lagi kata-kataku

Pengorbanan-Nya begitu besar
Aku terima segala rencana-Nya
Aku sadarkan peduli-Nya
Aku terapkan pengajaran-Nya

Tak kata terungkit
Tak ingit diungkit
Tanda jiwa berharga
Terima kasih banyak

Puisi : Kau Tiba di Tanganku

Hai! Kau gadis Jepang kecil
Setiap aku menatap matamu
Matamu yang melukiskan kebencianmu
Batin ini tak kuasa menahan ngeri

Hai! Kau gadis Jepang kecil
Kau hanya mengukir hidupmu seorang diri
Kesepianmu sangat membekukan lidah
Kekejaman hatimu seperti batu karang

Bagaimana mungkin aku melunakkamu!
Tak kunjung punah asamu itu
Aku menatap matamu yang begitu sempurna
Di atas segala keterbatasanku yang menjalar

Salju ini lagi yang menetes
Atas dasar imajinasi si pengarang
Siapa kau gadis Jepang kecil?
Aku akan terus mengukirmu di tanganku

Hai! Kau gadis Jepang kecil
Sekali-kali kau luapkan air matamu itu
Sekali-kali kau luapkan darahmu itu
Ingatkah engkau padaku?

Harga hidupmu, harga nyawamu
Kemana kau larikan mereka?
Demi makhluk yang berikan keabadian
Demi setetes air bah

Tapi kau selalu bisa terbang jauh!
Detik ini aku sudah menggenggammu
Hai! Kau gadis Jepang kecil
Kau lah dijalan hidupmu

Karya : Aku

8 Balasan ke Karyaku

  1. mas8nur berkata:

    Kurasakan hawa dingin begitu aku masuk rumahmu Han…sekejab sejuk lalu dingin lagi…sejuk lagi…dingin lagi. Tak terpikirkan musim semi dengan kicauan burung2 sambut mentari…..

    Ada cahaya berbinar diiringi tetes2 mata air atap gua, kadang damai, kadang menyesakkan. Tak terpikirkan cahaya semburat terang diiringi bianglala begitu mewarna diluar sana.

    Who are u….? (knock, knock…)

  2. hanjaya839 berkata:

    Who am i? I don’t know? Haha. .😀
    Maksudnya apa om masnur pertanyaanya?

  3. geulist133 berkata:

    kok judulnya gitu terus.
    “aku tulis ini terserah mau baca atau tidak”
    yang bener dong judulnya. nanti dibawahnya tulis itu
    ini cuma saran terserah mau ikutin atau tidak

    Ups satu lagi
    aku tulis ini terserah mau baca atau tidak

  4. hanjaya839 berkata:

    Biz biasanya org paling males kan baca pjg2. . Hahaha. . . Pasti ku baca koment mu. .

  5. kweklina berkata:

    “semoga saat aku mati, saat sudah membusuk, hanya tinggal tulang,aku tetap menjadi kenangan yang hidup bagi orang-orang yang kucinta.”

  6. hanjaya839 berkata:

    Kata2nya tante kweklina bagus. . . Sangat bermakna dalam, hahaha. . . 😀

  7. meditation1234 berkata:

    gak males kok hon.. cuma bingung mau ngasih komen apa.

  8. hanjaya839 berkata:

    Ehehehehe. . . . . Wkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s